Skip navigation

Tag Archives: yakin

Saya bukanlah seorang perencana. Tapi saya percaya bahwa ada Dzat yang lebih besar dari saya yang selalu saja membuatkan rencana yang luar biasa untuk titik seperti saya ini.

Kedudukan-Nya yang tinggi, yang mampu melihat semestanya, apalah saya ini. Seberapa besar saya tampak dari atas sana? Dan masihkah saya berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong? Hei, kita ini hanya titik dari pandangan-Nya. Hei, kita ini siapa? Hei, apalah yang kita tahu ini?

Saya dengan sangat sengaja membuat mula kata pada jejaring ini pada tiga.empat. Yang tidak saya sengaja adalah pertemuan saya dengan tiga.empat. Tiga.empat yang berada pada posisi yang sama pada dua buah alamat nomor gelombang suara saya. Tiga.empat yang menjadi penanda penomoran kehadiran saya di tempat saya menuntut ilmu terakhir.

Mulanya, saya tidak merencanakan apa pun untuk tiga.empat di angka kelima ini. Tapi, melihat kata terakhir yang saya wujudkan di jejaring ini pada angka tiga.tiga, kenapa tidak saya buat kata ke-tiga.empat di tiga.empat? Apakah saya merencanakan akan membuat tiap kata hadir? Ya, saya memang telah menuliskannya. Tapi saya tidak pernah memberikan tenggat waktu bahwa kata-kata harus muncul pada hitungan waktu yang ke berapa. Saya hanya mengikuti kondisi diri saya apakah saya ingin membagi kata atau tidak. Dan, seterusnya, biarlah dia yang memberikan takdirnya pada saya.

Apalagi yang mampu saya bisa selain hanya percaya? Terkadang kita membuat rangkum peristiwa berdasar apa saja yang kita dengar, lihat, dan pikirkan. Apakah itu segalanya selalu benar dan selalu sesuai dengan realitasnya? Apa yang kita tahu? Tapi kenapa pula kita meyakininya? Karena kita percaya.

Maka, apa yang menjadi berharga selain masa yang atas namanya pun Dia telah bersumpah? percaya, kepercayaan, yakin, keyakinan..

Bukan karena tiga.empat ini saya percaya, tapi dengan tiga.empat ini bertambahlah keyakinan saya. Bahwa ya, saya hanyalah sebuah titik yang tidak menahu atas apa pun.