Skip navigation

kebahagiaan itu sementara.
Jadi, ketika kamu tertawa keras hingga kamu menangis bahagia, ingatlah bahwa itu tidak kekal.
Tapi, nikmati saja.
Kesedihan itu sementara.
Jadi, ketika kamu menangis tersedu hingga enggan terhenti, ingatlah bahwa ini tidak kekal.
Maka, tertawalah untuk kebahagiaan yang akan datang.
30.05.13   07.00pm

IMG_2727

Maka, nikmati saja. Bagaimana kamu bisa mengatakan itu menyenangkan dan menyedihkan? Bukankah konsepsi kitalah yang menggiringnya untuk menyimpulkan demikian?

Kenapa harus sedih? Kenapa harus bahagia? Apa itu sedih? Apa itu bahagia?

Bagaimana kalau menahan dahaga dan lapar itu bahagia? Bagaimana kalau bau sampah yang menyengat itu menyenangkan? Bagaimana kalau suara teriakan yang menggelegar hingga memekakkan telingan itu membuat tertawa? Bagaimana kalau jalan yang penuh dengan kendaraan yang tidak bergerak itu bisa membuat seulas senyum? Bagaimana kalau dunia ini kita jungkir balikkan? Bagaimana?

Apakah itu bahagia? Apakah itu sedih? Kenapa bahagia? Kenapa sedih?

Advertisements

tuliskan jejakmu di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: